The Power Of ”Celine Dion’s” Love
Oleh Roy Sembel dan Tim ManDiri
Oleh Roy Sembel dan Tim ManDiri
Kasih memiliki kekuatan yang dahsyat. Kasih dapat memindahkan gunung. Demikian dua judul lagu Celine Dion, Diva dari Kanada yang telah merebut hati dunia dengan lagu-lagunya yang bernuansa kasih. Ternyata ”kasih” Celine Dion tidak sebatas lagu saja. Penyanyi yang lahir tanggal 30 Maret 1968 juga mempraktikkan kekuatan ”kasih” di dunia kerja maupun di keluarganya. Kekuatan kasih ini jugalah yang telah membawa Celine Dion meraih sukses. Apa lagi yang bisa kita teladani dari pemenang berbagai penghargaan bergengsi di dunia tarik suara ini?
The Power Of Love
Seperti judul lagu yang dinyanyikannya ini, Celine Dion, yang lahir sebagai anak ke-14 dari 14 bersaudara, tahu benar kekuatan kasih. Walaupun Dion bukan berasal dari keluarga kaya, ia merasa kaya akan kasih yang diperoleh dari orang tua, saudara-saudara, serta orang-orang di sekelilingnya. Kasih ini juga yang membawa Celine Dion menuju sukses. Rasa kasihnya pada pekerjaan telah membuat ia bekerja maksimal untuk menghasilkan album-album berkualitas yang tidak hanya terjual jutaan keping, tapi juga yang memberikan berbagai penghargaan nasional dan internasional bagi penyanyi berleher jenjang ini. Celine Dion juga sadar bahwa sukses tidak bisa diraih sendiri, ia perlu dukungan berbagai pihak: manajernya yang juga adalah suami tercinta, anak, dan seluruh crew musik, dan juga keluarganya. ”My wealth is my family, the people around me and their love and support,” tutur Celine Dion dalam interview eksklusif dengan Readers’ Digest. Untuk itu, ia senantiasa menjaga hubungan baik dengan menjalin tali kasih dengan orang-orang sekitarnya.
Faith
Kunci sukses lain yang dimiliki oleh Celine Dion adalah keyakinan, yang dijadikan salah satu judul lagunya ”Faith”. Dengan keyakinan ini, Celine Dion merintis karier menyanyi sejak tahun 1981 dari kota kecil Charlemagne, 30 mil di sebelah Timur Montreal, Kanada. Keyakinan sukses ini tidak dipikulnya sendiri, karena ia yakin sukses tidak bisa diraih sendirian. Maka Celine, menularkan juga keyakinan suksesnya kepada manajer, pencipta lagu, dan seluruh crew musik pendukungnya sehingga mereka pun bersedia bekerja keras dan cerdas untuk meraih sukses bersama. Bahkan sang manajer, Rene, bersedia menggadaikan rumahnya untuk membiayai album pertama Celine Dion. Keyakinan Celine dan team, tidak sia-sia. Berbagai penghargaanpun diraihnya: juara pertama Yamaha World Song Festival (1982), Musicians’ Award of Top performer (1983), berbagai Felix Award, Platinum Award, dan Grammy Awards.
The Color Of Love
Kehidupan Celine Dion dipenuhi dengan warna-warni cinta: Cinta pada keluarga, Cinta pada pekerjaan, dan Cinta pada orang-orang sekitar. Warna-warni cinta ini dipadukan dengan harmonis oleh Celine Dion sehingga tidak saling bertabrakan melainkan saling mendukung. Celine pandai membagi waktu dan perhatian kepada tiga dunia yang mengelilinginya. Walaupun telah meraih sukses sebagai bintang tenar di dunia hiburan, ia tidak pernah memalingkan perhatiannya dari keluarga dan orang-orang sekitarnya. Untuk keluarga, ia selalu menyisihkan waktu untuk berkumpul, membina hubungan erat dan bercengkerama bersama. Untuk pekerjaan, ia bisa menggelar ratusan konser dalam satu tahun di hadapan lebih dari satu milyar orang. Sedangkan untuk masyarakat, Celine Dion mendirikan lembaga sosial dan memberikan sumbangan kepada lembaga-lembaga sosial lainnya untuk membantu mereka yang kurang beruntung. Jelaslah bahwa penyanyi yang telah berkali-kali menerima World Music Award ini mampu menyeimbangkan warna-warna dalam kehidupannya, sehingga warna-warna tersebut saling menunjang dengan harmonis, bukannya saling menjatuhkan.
Ingin sukses seperti Celine Dion? Anda tidak perlu punya suara emas, yang penting adalah mengendalikan kekuatan kasih, berpegang teguh pada keyakinan untuk sukses bersama tim, dan membangun keseimbangan hubungan dengan orang-orang di sekitar Anda.
http://www.sinarharapan.co.id/ekonomi/mandiri/2003/0408/man02.html